9 Tips Menghasilkan Foto-foto Keren Saat Liburan

Ilustrasi menghasilkan foto keren

Liburan menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu banyak orang, mulai dari anak sekolah hingga pekerja kantoran. Momen ini akan terkesan kurang afdol kalau tidak ada bukti berupa foto-foto di tempat liburan.

Mengapa? Karena foto-foto itu yang akan menjadi bukti nyata perjalanan Anda selama liburan.

Oleh karena itu, Anda perlu memahami apa yang disebut dengan fotografi perjalanan. Pengertian gampang dari fotografi perjalanan adalah aktivitas memotret yang dilakukan saat melakukan perjalanan atau liburan.

Tentunya, menghasilkan fotografi perjalanan yang bermakna tidak semudah membalik telapak tangan. Namun, jangan khawatir. Berikut 9 tips yang akan membantu Anda menghasilkan foto-foto keren saat liburan.

1. Awali dengan Riset Lokasi

Tidak akan ada hasil fotografi perjalanan yang bagus tanpa sebuah persiapan dan perencanaan. Ketika tujuan liburan sudah ditentukan segera cari informasi sebanyak mungkin mengenai lokasi yang akan dituju.

Dari mulai spot-spot foto yang menarik, adat dan budaya di daerah tersebut, hingga informasi adanya kegiatan ritual yang menarik.

Contohnya, Anda tidak bisa tiba-tiba datang ke gunung Bromo untuk memotret upacara adat Yadna Kesada. Karena upacara adat ini dilangsungkan pada hari dan bulan tertentu saja dalam satu tahun. Pastikan informasi seperti itu Anda dapatkan secara detail dan benar.

Dengan demikian, Anda bisa mengatur rencana ingin menghasilkan foto seperti apa atau dari sudut yang mana. Foto yang direncanakan akan memberi hasil yang lebih baik daripada foto dadakan. Semuanya diawali dari sebuah riset mendalam mengenai lokasi tujuan.

2. Siapkan Peralatan Sesuai Kebutuhan

Bagi Anda yang memiliki kamera DSLR, idealnya memang membawa lensa sudut lebar dan lensa tele. Akan tetapi, membawa dua lensa jelas tidak praktis saat melakukan fotografi perjalanan.

Membawa lensa vario 18-200 mm akan lebih efektif. Kalaupun tidak memiliki lensa tersebut, lensa 24-70 dan 55-200 mm sudah cukup membantu.

Siapkan juga baterai dan kartu memori cadangan. Hal ini penting untuk mengantisipasi kehabisan ruang memori dan baterai di tengah perjalanan.

Selain kamera DLSR, kamera mirrorless bisa menjadi pilihan menarik dalam menemani perjalanan Anda. Dengan bentuk yang lebih kompak dan ringan dari kamera DSLR, kemampuan mirrorless juga tak kalah mumpuni. Apalagi kamera ini juga bisa diganti lensanya sesuai kebutuhan.

Kelebihan lain dari membawa kamera mirrorless adalah Anda tidak perlu membawa tas ransel besar. Cukup daypack yang bisa berisi kamera dan peralatan sehari-hari Anda saat hunting foto.

3. Pastikan Tripod Ikut Dibawa

Jangan sampai Anda meninggalkan tripod di rumah ketika melakukan perjalanan liburan. Tripod akan menjadi alat penting ketika Anda akan mengambil foto landscape. Terutama ketika butuh menggunakan kecepatan rana rendah yang tidak boleh terkena guncangan.

Tidak usah bawa tripod yang besar, cukup tripod kecil saja. Dengan membawa tripod ukuran kecil yang ringkas, perjalanan Anda tidak akan lebih efisien. Karena tripod ini bisa Anda selipkan di pinggiran tas ransel sehingga tidak mengganggu pergerakan selama di perjalanan.

4. Tidur Cepat, Bangun Cepat

Jangan pernah tidur larut malam di lokasi tujuan liburan Anda. Pasalnya, Anda bakal dituntut untuk bangun lebih pagi jika ingin mendapatkan foto pemandangan yang cantik saat matahari mulai muncul.

Jangan sampai Anda melewatkan momen penting di pagi hari karena Anda keenakan begadang malam sebelumnya.

Selain pagi, sore hari juga bisa Anda manfaatkan untuk berburu foto. Ada banyak kegiatan masyarakat yang dilakukan di sore hari seperti anak-anak yang bermain atau masyarakat yang kembali ke rumah setelah seharian bekerja di ladang.

Loading...

Selalu ingatlah, intensitas cahaya pada pagi dan sore hari yang lembut akan membuat foto yang diambil bisa tampil lebih menarik. Jadi, tidur cepat agar Anda tidak melewatkan momen-momen tersebut.

5. Gunakan Kartu Pos sebagai Patokan

Anda pasti sering melihat foto-foto landscape yang bagus dalam kartu pos. Nah, Anda bisa menggunakan kartu pos tersebut sebagai referensi spot memotret.

Tapi ingat, jangan pernah meniru apa yang ada di kartu pos. Datangi tempat yang ada di kartu pos tersebut dan cari sudut yang berbeda.

Kalau memang waktunya belum memungkinkan, Anda bisa mencobanya kembali besok paginya. Dengan menunda satu malam, justru akan memungkinkan Anda mendapatkan foto yang lebih bagus dari kartu pos yang dijadikan patokan.

6. Lakukan Interaksi dengan Masyarakat

Ilustrasi memotret warga lokal

Jamak diketahui, fotografi perjalanan bukan sekadar foto pemandangan alam. Manusia yang ada di sekitarnya juga sangat menarik untuk dijadikan objek.

Berbeda dengan memotret landscape, harus ada proses pendekatan terhadap masyarakat yang akan difoto. Tujuannya agar mereka tidak kaku dan alergi dengan lensa kamera.

Tidak perlu berbicara panjang lebar, cukup mengakrabkan diri yang dilakukan dengan santai dan diselingi candaan. Ketika suasana sudah mencair, barulah minta izin untuk memotret.

Maka orang yang menjadi objek pun akan dengan senang hati berpose sesuai keinginan kita. Senyuman dari objek yang kita foto akan membuat foto lebih hidup.

7. Manfaatkan Lingkungan Sekitar Sebagai Frame

Laiknya sebuah foto luar ruangan, fotografi perjalanan pun bisa memanfaatkan apa yang ada di sekitar kita untuk memperindah hasil foto.

Misalnya, menjadikan ranting pohon sebagai frame, atau memanfaatkan alat-alat pertanian sebagai latar depan dari objek yang kita sasar.

Bagaimanapun sebuah foto yang bagus adalah yang memiliki komposisi yang pas. Untuk mendapatkan komposisi yang tepat saat berada di luar ruangan memang membutuhkan kejelian kita dalam menentukan frame. Bayangkan terlebih dahulu objek foto yang akan Anda sasar, baru alihkan ke dalam kamera.

8. Utamakan Produk Lokal

Di setiap lokasi liburan, pasti ada banyak unsur-unsur lokal yang menarik dijadikan sasaran lensa kamera Anda. Mulai dari kebiasaan masyarakat, hasil kerajinan, hingga makanan khas daerah tersebut.

Untuk sementara, Anda boleh melupakan program diet yang dijalankan. Makanan khas daerah sangat sayang untuk dilewatkan tanpa dicicipi dan difoto. Gunakan bukaan lensa lebar seperti F/2.8 atau F/3.5 agar foto makanan yang dihasilkan lebih tajam dengan pinggiran yang blur.

9. Berani Berbeda

Lokasi yang Anda datangi sebagai tujuan liburan tentu pernah dikunjungi oleh banyak orang sebelumnya. Bisa jadi foto-foto daerah tersebut juga sudah bertebaran di dunia maya.

Untuk itu, cari sesuatu yang berbeda di tempat tersebut. Kalaupun tidak ada, bisa dengan mengubah sedikit angle dari foto yang sudah ada maka hasilnya pasti berbeda.

Jangan ragu untuk memotret dari sudut yang berbeda sehingga foto Anda tidak akan berkesan klise. Bisa jadi, berkat sudut pengambilan yang berbeda, teman Anda yang pernah mendatangi lokasi liburan yang sama akan bertanya di mana Anda mengambil foto tersebut.

Penutup

Fotografi perjalanan jelas bukanlah sebuah foto dadakan. Namun, sebuah proses pemotretan yang terencana dengan baik dari sebelum Anda pergi berlibur.

Ketika Anda sudah punya bayangan akan memotret apa dan dari sudut yang mana, maka besar kemungkinan foto yang Anda ambil saat liburan akan keren dan sesuai dengan yang diinginkan.

Loading...

Artikel Terkait: